Pewarna Non-Makanan Pada Krupuk

Categories: Berita, Bisnis Krupuk
Tags: No Tags
Comments: 1 Comment
Published on: 28 Desember 2012

Seringkali kami mendapat pertanyaan tentang jenis pewarna pada produk-produk kami. Tentu saja HANYA pewarna makanan yang telah mendapat izin edar dari BPOM saja yang kami gunakan. Tetapi untuk memberi penjelasan yang lebih agar masyarakat bisa memilah sendiri mana makanan yang mengandung pewarna khusus makanan (food grade) dan mana yang tidak.

Krupuk Warna Non-Food GradeSecara umum pewarna food grade terlihat kurang menarik dibandingkan dengan pewarna non food grade. Misalnya pada warna putih, pewarna food grade terlihat seperti putih susu sedangkan pada pewarna non food grade terlihat putih mengkilat. Begitu juga pada warna-warna lain akan lebih terlihat bedanya. Ciri khas pewarna non food grade adalah warna terlihat sangat mencolok seperti cat besi seperti gambar di atas.

Tips Menyimpan Krupuk Mentah

Categories: Bisnis Krupuk
Tags: No Tags
Comments: No Comments
Published on: 16 Mei 2012

Penyimpanan krupuk mentah perlu kiat tersendiri agar bisa tahan lebih lama, tidak berjamur dan tetap merekah sempurna ketika digoreng. Distributor krupuk biasanya menyimpan stok rata-rata sekitar 30 hari atau 1 bulan bahkan bisa lebih lama ketika pasar sedang lesu. Untuk itu kami memberikan tips bagaimana cara menyimpan krupuk mentah:

  1. Hindari sinar matahari langsung. Sinar matahari langsung bisa menimbulkan embun (seperti keringat) di dalam bungkus plastik. Akibatnya krupuk menjadi basah terkena uap air dari embun, jika berlangsung lama maka bisa tumbuh jamur.
  2. Pakai palet (alas kayu) dan hindari kontak langsung dengan tembok. Palet berfungsi sebagai alas supaya krupuk tidak bersentuhan langsung dengan lantai (lihat gambar di bawah ini).
  3. Hindari menyimpan pada tempat-tempat yang lembab.

Pada intinya, semua tips di atas tujuannya adalah agar jamur tidak tumbuh sehingga krupuk tidak rusak.

Tips Menyimpan Krupuk Matang

Categories: Bisnis Krupuk
Tags: No Tags
Comments: No Comments
Published on: 9 Mei 2012

Krupuk matang yang sudah digoreng jika diletakkan di tempat terbuka akan mudah sekali lembek (melempem). Ini terjadi karena uap air masuk ke dalam pori-pori krupuk dan menyebabkan krupuk tidak lagi renyah. Oleh karena itu, krupuk harus disimpan di dalam tempat di mana uap air tidak mampu menembus pori-pori krupuk.

Salah cara menyimpan krupuk adalah dimasukkan ke dalam toples kedap udara seperti pada gambar di atas. Krupuk yang disimpan di dalam toples di atas sudah lebih dari 2 minggu tapi masih tetap renyah, bandingkan dengan jika disimpan di bungkus plastik biasa. Bungkus plastik tipis biasanya hanya mampu menyimpan krupuk hanya kisaran 5 hari, semakin tebal plastik dan semakin rapat sealernya maka semakin lama krupuk dapat di simpan di dalamnya.

Krupuk Curah: Menguntungkan Pembeli juga Penjual

Categories: Berita, Bisnis Krupuk
Tags: No Tags
Comments: No Comments
Published on: 17 April 2012

Banyak penggoreng atau penjual krupuk matang memilih untuk menjual krupuk tanpa dikemas dalam plastik. Pertama, cara ini jelas lebih sederhana, tidak merepotkan penjual dan yang lebih penting lebih hemat ongkos produksi. Pengemasan dalam bungkus plastik memerlukan biaya pembelian plastik dan juga tenaga pengemas.

pedagang krupuk

Kedua, hilangnya biaya pengemasan ini oleh penjual krupuk akan dikompensasikan ke penambahan jumlah keping krupuk yang diterima pembeli. Tentu saja pembeli lebih senang karena dengan rupiah yang sama akan mendapatkan jumlah krupuk yang lebih banyak. Biasanya pembeli membawa wadah sendiri ketika membeli dan dikonsumsi untuk anggota keluarga yang lain . Ketiga, lebih ramah lingkungan karena pengguaan kemasan plastik yang jauh berkurang. Kemasan plastik ini masih diperlukan untuk melayani pembeli yang tidak membawa wadah sendiri tetapi volume penggunaannya jauh lebih sedikit.

Memilih cara manakah Anda?

 

 


Memulai Berbisnis Krupuk

Categories: Bisnis Krupuk
Tags: No Tags
Comments: No Comments
Published on: 2 Desember 2010

Siapa sih orang Indonesia yang tidak tahu krupuk? Hampir di setiap warung makan atau kelontong kita menemuinya. Makanan ringan berbahan utama tepung tapioka ini begitu digemari masyarakat dan bisa dibilang makanan rakyat karena murah, enak, gurih, renyah. Banyak orang bahkan menjadikan krupuk sebagai teman makan nasi, soto, gado-gado, rujak atau sebagai camilan sambil ngerumpi atau nonton tv.

Luasnya pangsa pasar krupuk ini merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan jika dijalani dengan serius. Sebagai ilustrasi, banyak pelanggan eceran kami yang memulai berjualan krupuk dengan hanya bermodal sekitar Rp 125.000 atau bahkan kurang. Modal ini bisa dibelanjakan untuk krupuk mentah 1 bal (5kg), ongkos menggoreng dan mengemas. Langkah selanjutnya adalah menjual krupuk matang di warung-warung dengan sistem konsinyasi (titip jual). Para penggoreng pemula mungkin akan setengah tidak percaya bahwa keesokan harinya barang titipannya habis terjual dan bisa meraup laba bersih Rp 50.000. Ini lumayan untuk permulaan mengingat skala masih sangat kecil. Di sinilah keunggulan produk kami yaitu cepat laku karena rasanya enak beraroma ikan, gurih dan renyah sehingga digemari masyarakat.

Kunci kesuksesan berbisnis krupuk matang adalah keuletan dalam mengembangkan pangsa pasar yang lebih luas lagi karena secara prosentase keuntungannya tergolong besar yaitu sekitar 40%, bahkah bisa lebih. Insya Allah!

page 1 of 1

Translate this!
    Translate from:

    Translate to:

Kontak Kami

Email: info[at]krupuksuper.com
Telp : 031-8968839
HP/ WhatsApp: +62 821 3182 5500


Welcome , today is Kamis, 21 Februari 2019